Blog yang Mengulas Seputar Informasi teknologi Dunia dan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah

Selasa, 19 Maret 2013

Preferensi Harga Barang Jasa

Dipublikasi oleh Zulsyid pada Preferensi Harga Barang Jasa - (1)  Preferensi Harga untuk Barang/Jasa dalam negeri diberlakukan pada Pengadaan Barang/Jasa yang dibiayai pinjaman luar negeri melalui Pelelangan Internasional.
(2)  Preferensi Harga  untuk  Barang/Jasa dalam negeri diberlakukan untuk  Pengadaan Barang/Jasa yang dibiayai rupiah murni, dengan ketentuan sebagai berikut:
a.  sampai dengan 31 Desember 2013,  untuk Pengadaan Barang/Jasa bernilai  diatas Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah);
b.  mulai 1 Januari 2014, untuk Pengadaan Barang/Jasa bernilai  diatas Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
(2a)  Preferensi Harga untuk Barang/Jasa dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (2)  huruf  b, berlaku terhadap produk yang diprioritaskan  untuk dikembangkan, yang ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perindustrian setelah mendapat pertimbangan dari menteri/pimpinan lembaga teknis terkait.
(3)  Preferensi Harga hanya diberikan kepada Barang/Jasa dalam   negeri  dengan  TKDN   lebih  besar  atau   sama dengan 25% (dua puluh lima perseratus).
(4)  Barang  produksi  dalam  negeri sebagaimana  dimaksud pada  ayat   (3),   tercantum  dalam  Daftar  Inventarisasi Barang/Jasa  Produksi  Dalam Negeri yang dikeluarkan oleh Menteri yang membidangi urusan perindustrian.
(5)  Preferensi harga untuk  Barang produksi dalam negeri paling tinggi 15% (lima belas perseratus).
(6)  Preferensi harga untuk Pekerjaan Konstruksi yang dikerjakan oleh Kontraktor nasional adalah 7,5% (tujuh koma lima perseratus) diatas  harga penawaran terendah dari Kontraktor asing.
(7)  Harga Evaluasi Akhir  (HEA) dihitung dengan ketentuan sebagai berikut:
a.  preferensi terhadap  komponen dalam   negeri Barang/Jasa adalah tingkat  komponen dalam negeri dikalikan preferensi harga;
b.  preferensi  harga  diperhitungkan   dalam  evaluasi harga penawaran yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan   teknis,  termasuk koreksi aritmatik;
c. perhitungan  Harga  Evaluasi  Akhir   (HEA)  adalah sebagai berikut:
HEA =  (1/ 1 + KP) x HP
HEA   =  Harga Evaluasi Akhir.
KP  =  Koefisien Preferensi  (Tingkat   Komponen Dalam  Negeri (TKDN)  dikali  Preferensi tertinggi Barang/Jasa).
HP  =  Harga Penawaran (Harga  Penawaran yang memenuhi  persyaratan  lelang dan  telah dievaluasi).
(8)  Dalam  hal  terdapat   2   (dua)   atau   lebih  penawaran dengan HEA yang sama, penawar dengan TKDN terbesar adalah sebagai pemenang.
(9)  Pemberian Preferensi Harga  sebagaimana  dimaksud pada ayat  (1),  tidak mengubah Harga Penawaran dan hanya digunakan oleh ULP untuk keperluan perhitungan HEA guna menetapkan peringkat pemenang Pelelangan/Seleksi.

0 komentar:

Poskan Komentar